Blogger news

SELAMAT DATANG,ENJOY AND PLEASE LEAVE COMENT, *MARI BERBAGI ILMU BERSAMA, SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT, SALAM SEMANGAT "ALLAHUAKBAR" !!*

Kamis, 09 Mei 2019

๐Ÿ„ Khazanah Al-Qur'an : Pasti Ada Jalan Keluar. ๐Ÿ„

๐ŸŒน Sesulit Apapun Kondisimu, Pasti Akan Kau Temukan Jalan Keluar !

Nabi Ibrahim as berdiri seorang diri ditengah para pembesar kaum yang berkumpul untuk melawannya.
Mereka mengumpulkan kayu bakar yang disusun begitu tinggi untuk membinasakan Ibrahim as.

Nabi Ibrahim hanya pasrah dan berharap pada pertolongan Allah swt, sesaat kemudian beliau mendapatkan sebuah jawaban dari-Nya yang membungkam semua rencana jahat musuh-musuh Allah swt.

ู‚ُู„ْู†َุง ูŠَุง ู†َุงุฑُ ูƒُูˆู†ِูŠ ุจَุฑْุฏًุง ูˆَุณَู„َุงู…ًุง ุนَู„َู‰ٰ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠู…َ

Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!”
(QS. Al-Anbiya’ (21) : 69)

Api itu menjadi sejuk dan tak membakar kulit Ibrahim sedikitpun !

Nabi Musa as terjepit diantara derasnya lautan dan kejaran pasukan Fir’aun.
Beliau hanya berkata,

ู‚َุงู„َ ูƒَู„َّุง ۖ ุฅِู†َّ ู…َุนِูŠَ ุฑَุจِّูŠ ุณَูŠَู‡ْุฏِูŠู†ِ

Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
(QS .Asy-Syu’ara (26) : 62)

Lalu apa jawaban Allah atas harapan Musa?

ูَุฃَูˆْุญَูŠْู†َุง ุฅِู„َู‰ٰ ู…ُูˆุณَู‰ٰ ุฃَู†ِ ุงุถْุฑِุจْ ุจِุนَุตَุงูƒَ ุงู„ْุจَุญْุฑَ ۖ ูَุงู†ْูَู„َู‚َ ูَูƒَุงู†َ ูƒُู„ُّ ูِุฑْู‚ٍ ูƒَุงู„ุทَّูˆْุฏِ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ِ

Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
 (QS. Asy-Syu’ara (26) :  63)

Nabi Musa as beserta para pengikutnya selamat dan Fir’aun bersama para tentaranya tenggelam !

Nabi Yunus as terperangkap dalam tiga kegelapan yang menakutkan.
Gelapnya malam, gelapnya lautan dan gelapnya perut ikan.
Lalu beliau mengetuk pintu Allah seraya berkata,

ูَู†َุงุฏَู‰ٰ ูِูŠ ุงู„ุธُّู„ُู…َุงุชِ ุฃَู†ْ ู„َุง ุฅِู„َٰู‡َ ุฅِู„َّุง ุฃَู†ْุชَ ุณُุจْุญَุงู†َูƒَ ุฅِู†ِّูŠ ูƒُู†ْุชُ ู…ِู†َ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ

Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.”
(QS. Al-Anbiya’ (21) : 87)

Lalu apa jawaban dari Allah swt atas doa Yunus as?

ูَุงุณْุชَุฌَุจْู†َุง ู„َู‡ُ ูˆَู†َุฌَّูŠْู†َุงู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุบَู…ِّ ۚ ูˆَูƒَุฐَٰู„ِูƒَ ู†ُู†ْุฌِูŠ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ

“Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Anbiya’ (21) : 88)

Nabi Yunus as kembali ke daratan dengan sehat dan selamat !

Sebuah pelajaran yang perlu kita ukir dalam hati kita untuk menjadi pegangan dalam menghadapi hidup.

Sesulit apapun kondisimu, jangan pernah putus harapan dari kemurahan Allah swt !

Walau ditengah kobaran api, Ibrahim tetap memiliki harapan..

Walau terjepit di antara laut dan pasukan yang siap membunuh, Musa tetap berharap..

Walau terperangkap dalam gelapnya perut ikan, Yunus tak pernah putus harapan..

Akankah kita putus asa saat menghadapi kesulitan yang jauh lebih ringan dari itu semua?

Akankah kita hilang harapan dalam menghadapi masalah yang menimpa kita?

Hubungkan hatimu selalu dengan Sang Pencipta dan yakinilah bahwa Dia tidak
akan mengecewakanmu dengan
izin-Nya !

๐Ÿ Semoga Bermanfaat ๐Ÿ

Selasa, 22 Januari 2019

TIPS AGAR TETAP ISTIQOMAH

๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’๐Ÿƒ๐Ÿ’


©Rumah Dakwah Indonesia๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

๐Ÿ’ป www.rumahdakwah.id
๐Ÿ—“ Selasa, 13 Muharam 1440 H /25 September 2018

๐Ÿ‘ณ๐Ÿพ‍♂ Oleh: Ustadz Satria Hadi Lubis
_(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)_

๐Ÿ•ธ๐Ÿ•ท๐Ÿ•ธ๐Ÿ•ท๐Ÿ•ธ๐Ÿ•ท๐Ÿ•ธ๐Ÿ•ท๐Ÿ•ธ๐Ÿ•ท๐Ÿ•ธ๐Ÿ•ท๐Ÿ•ธ
Istiqomah merupakan hidayah taufik tingkat tinggi. Istiqomah dalam kebaikan menjadi sesuatu hal yang harus diupayakan. Berikut 7 tips agar bisa istiqomah hingga akhir hayat.

1. Selalu memohon pertolongan kepada Allah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat sering memanjatkan do’a.

“Ya Rabb Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
[HR. At-Tirmidzi (no. 3522). Lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (III/171)] Ketika ditanyakan kepada beliau tentang hal itu, beliau pun menjawab, “Sesungguhnya tidaklah bani Adam itu melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari jemari Allah. Maka siapa yang Dia kehendaki akan ditetapkan (hatinya) dan siapa saja yang Dia kehendaki akan dipalingkan (hatinya).”
[Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 2091)] Hanya milik Allah-lah segala taufik dan kekuatan, maka selayaknyalah bagi kita untuk hanya meminta kepada-Nya termasuk memohon istiqomah dalam Agama Islam ini.

2. Berusaha untuk kontinyu dalam beramal

Dianjurkan memilih amalan shalih menurut kemampuan yang tidak memberatkan dirinya supaya ia dapat kontinyu dalam beramal. Jadi berusaha dengan sangat untuk melakukan amalan ini dalam keadaan apa-pun, tanpa kecuali. Karena sekali kita membuat pengecualian, membuat alasan atau mangkir dari melakukan amalan ini, maka akan makin berat dan malas untuk melakukannya di lain waktu

3. Meneladani Para Salaf dalam Beramal

Meneladani para Salaf akan mendorong jiwa untuk mengikuti jejak mereka. Generasi Salaf dahulu berbeda-beda dalam beramal, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Namun, mereka senantiasa kontinyu dalam beramal. Mereka adalah kaum yang sangat jauh dari sikap berlebih-lebihan dan memaksakan diri. Mereka istiqomah meskipun amalannya sedikit. Dan teladan mereka adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang shalat malam hingga kulit kaki beliau pecah-pecah.
Cukuplah dalam hal ini kita mengambil hikmah dari firman Allah Ta’ala berikut: “Dan (dia mengatakan), ‘wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu lalu bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras bagimu sekalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan pada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan perbuatan dosa’.” [QS. Huud: 52]

4. Menghindari Dosa dan Segera Bertaubat

Perbuatan dosa yang kita lakukan akan menyebabkan noda di hati kita, dan akan melemahkan kita untuk melakukan ibadah. Oleh karena itu dianjurkan untuk banyak bertaubat dan beristighfar, agar kita diberikan kekuatan oleh Allah Subhana wa ta'ala untuk senantiasa bisa istiqomah dalam ibadah.

5. Target Ibadah dan Amal Shalih

Mempunyai target dalam beribadah dan beramal shalih yang realistis dan sesuai kemampuan diri akan membantu menumbuhkan motivasi dan arah yang jelas untuk terus beramal dan istiqomah.

6. Muhasabah

Selalu Intropeksi Diri Intropeksi diri (muhasabah) sangat diperlukan bagi jiwa agar tidak merasa jenuh dan bosan dalam beramal shalih. Intropeksi diri akan membuat jiwa bercermin dan sadar atas tujuan penciptaan manusia di dunia ini, yaitu untuk beribadah kepada Sang Khaliq.

7. Ingat akan kematian

Mengingat Mati (dzikrul maut) terbukti mampu memompa semangat jiwa untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan istiqomah di jalan-Nya bahkan Rosulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda bahwa orang cerdas adalah orang yang senantiasa mengingat akan kematian.

Semoga bermanfaat.



๐ŸŽŸ๐ŸŽŸ๐ŸŽŸ๐ŸŽŸ๐ŸŽŸ๐ŸŽŸ๐ŸŽŸ๐ŸŽŸ
BP2A-RDI/018/5/I/1440
-----------------------------
Follow us:
๐Ÿ‘ฅ FB : Rumah Dakwah Indonesia - RDI
๐ŸŒ Twit : @RDI_rumahdakwah
๐Ÿ“ท IG : rumahdakwah
๐Ÿ“  Join telegram chanel:  http://bit.ly/RDIcorner

〰〰〰〰〰〰
 ๐Ÿ—ณDonasi Operasional & Pengembangan Dakwah
Rumah Dakwah Indonesia
| ๐Ÿ’ณ Bank BNI Syariah
| No. Rek : 034754c6557
| A.N : SURYANISAH
| Konfirmasi Transfer :
  ๐Ÿ“ฑ0813-3162-8484
•••••••••••••••••••••••••••••