Blogger news

SELAMAT DATANG,ENJOY AND PLEASE LEAVE COMENT, *MARI BERBAGI ILMU BERSAMA, SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT, SALAM SEMANGAT "ALLAHUAKBAR" !!*

Jumat, 01 November 2013

Mau Pacaran ? Pikir-pikir dan Baca dulu nih...


Kata kata ini tepat untuk kalian yang berniat pacaran.. Apakah perwujudan cinta itu hanya berarti kasmaran saja? Hmm…menurut salah seorang peneliti, cinta itu bisa berarti banyak, dan salah satunya memang bisa diartikan kasmaran dan kasih terhadap lawan jenis. Karena perasaan senang terhadap lawan jenis itu merupakan fitrah, berarti sah-sah aja dong, namun apakah sarananya harus pacaran?

Sarana yang terbaik adalah simpan rasa itu, tata dengan rapi dan ekspresikan dengan cara yang halal, yaitu menikah. Ehem…
Senang sama lawan jenis, boleh gak ya? Bukankah itu fitrah!
Ehm, siapa yang bilang nggak boleh? Tapi apakah sarananya harus pacaran?


EMOSI CINTA
Menurut para peneliti, yang dimuat Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence, CINTA ADALAH SALAH SATU EMOSI YANG ADA PADA MANUSIA. Emosi cinta ini mengandung beberapa emosi lain seperti: penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, hormat, kasmaran dan kasih.
Nah, dari emosi-emosi turunannya itu, jelas terlihat kalo PERWUJUDAN CINTA LEBIH LUAS SIFATNYA, BUKAN SEKEDAR KASMARAN SAJA. Persahabatan, penerimaan, kebaikan hati dsb bisa kita ekspresikan tanpa harus pacaran.
Tapikan, seorang laki-laki butuh perempuan, dan juga sebaliknya? Glek! (*smile*)
Jawabannya, memang iya sih! Namun, apakah lantas karena butuh itu kita jadi menerobos garis batas yang telah diatur Allah untuk menjaga kita?


WAJAR SAJA
Yap, wajar saja kalo kita senang dengan lawan jenis. Fitrah, betul itu! Tapi FITRAH BUKAN BERARTI HARUS DITURUTI SEHINGGA TAK TERKONTROL. KITA HARUS TETAP MENJAGA FITRAH AGAR TETAP MURNI DAN TAK TERKOTORI DENGAN NAFSU SESAAT. Cinta itu sendiri terbagi menjadi dua:


1. Cinta yang Syar’i
Cinta yang syar’i dasarnya adalah iman. Buka deh Q.S. 3:15, 52: 21 dan 3: 170.
2. Cinta yang Tidak Syar’i.
Sedangkan cinta yang tidak syar’i dasarnya adalah syahwat. Untuk yang ini silakan dibuka Q.S. 3:14, 80: 34-37, dan 43:67.


alasan mengapa pacaran itu haram menurut Islam:

1.
karena pacaran bukan budaya Islam
pacaran adalah budaya peradapan, warisn zaman jahiliyah yang dilestarikan oleh orang kafir baik yahudi maupun nasrani.kemudian diikuti oleh sebagian umat islam (keculai orang-orang yang di jaga oleh Allah SWT.) dengan berbagai alasan. ada yang beralasan mencari jodoh, mengikuti perkembangan zaman, ajang membagi kasih serta alasan yang sesat dan tidak masuk akal lainnya.
"barang siapa yang menyerupai sutu kaum, maka ia termasuk golongan kaum itu." (HR. Muslim)
3. karena pacaran melalaikan .
tidak sedikt yang berdalih, pacaran karena untuk motivasi, sebagai penyemangat. bila motivasi sekolah,motivasi kuliah, motivasi beribadah hanya karna pacar, maka rugilah ia. emang sih in syaa Allah ia akan mendapatkan apa yang ia niatkan. tapi hanya sebatas itu. sebatas yang ia niatkan, tidak lebih. bahkan ia akan mendapatkan banyak bonus. bonus apa??? bonus DOSA BERBUAH NERAKA. "sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi orang akan mendapat apa yang di niatkannya.." (HR. Bukhari)
renungan: jujur saja , dalam satu hari lebih banyak mana? membuka Al-Qur'an atau membuka oesan di HP dari pacar? membalas pesan dari Allah SWT atau pesan SMS dari pacar? lebih banyak mana, mengingat Allah SWT atau mengingat pacar? berapa banyak aktifis pacaarn yang bersegera memperbaharui kemesraan dengan sang pacar tapi lupa memperbaharui iman kepada Allah SWT..
huuuufttt... 

4. karena pacaran merugikan

pertama. rugi waktu
ngantar pacar ke mal             : 5 menit
sms pacar 2 menit X 30 kali  : 1 jam
melamuni pacar                      : 1 jam
buatin tugas (PR) pacar          : 1 jam
buatin kue pacar                     : 1 jam
------------------------------------------------------
jumlah                                       : 7 jam

Astaghfirullah... dari 24 jam waktu yang di berikan Allah sehari semalam, yernyata 7 jam waktu yang diperuntukkan hanya untuk pacar? sementara waktu untuk Allah bagaimana? 5 menit X 5 waktu sholat= 25 menit. hanya 25 menit sedikit sekali ya..itu pun kalau shalatnya full.
coba aj 7 jam waktu yg diperuntukkn pacar itu dialihkan membaca Al-Qur'an, bisa dapat 10 juz, MasyaAllah....tpi itulah syaitan, ia akn terus melalaikn manusia dengan menggodanya.

kedua, rugi materi
beli pulsa untuk SMS dan nelpon pacar   : Rp. 50.000 ,-
biaya bensin untuk antar jemput pacar   : Rp. 100.00,-
biaya kencan RP.50.000 X 4 minggu          : Rp.200.000,-
oleh-oleh untuk orang tua pacar               : Rp. 100.000,-
kado ulang tahun pacar                               : Rp. 100.000,-
biaya nobar ke bioskop                                :Rp. 100.000,-
beli minyak rambut, parfum, deorderan :Rp,. 100.000,-
------------------------------------------------------------------------------------
jumlah                                                              : Rp. 750.000,-

Subhanallah...uang sebanyak itu kalau disedekahkan, dibelikan buku, atau umtuk keperluan bermanfaat lainnya, pasti dapat banyak paala, hikmah, dan manfaat. ngeluarin uang sebanyaak itu hanya untuk pacar,, RUGI banget lho.... belum tentu ia jodohmu kn???  ada juga yang berkilah " sya nggk rugi kok, kn saya sudah menciumnya, memegangnya, bahkan sudh dapat keperawanannya. "
na'udzubillah.! mau masuk neraka kok merasa untung n bangga.

ketiga, rugi fikiran
"pusing 7 keliling kepala ku, sebentar lagi pacar ulang tahun, sebentr lagi malam minggu, pulsa habis dompet sudah kering. kiriman elum datang. belum lagi pacar minta diantar ke mall, mana bensin juga sudah mau habis. dapat uang darimana... masak ngutang lagi... waduuuh pusig !!"

nah lo.. makanya udah putusin aja..stop pacaran

keempat, rugi tenaga
pagi antar pacarm, sore jemput lagi. sabtu nganta ke mall, minggungapel atau kencan. kalau pacar sibuk bantuin ngerjain tugas. tangan tak pernah lepas dari HP.  belum lagi kalau pacar ada acara, minta diantarin kemana-mana.. hadeeeuh, poknya capaek deeeeh...

kelima, rugi pahala
kasian banget orang2 yg berkorban bukan untuk dan karena Allah SWT. iaaaa menyangka pengorbanan  dan perjuangannya untuk sang pacar akan bernilai pahala. padahal, demi Allah  TIDAK!! bagaimana mungkin akan berbuah pahala , pengorbanannya sj untk berbuat maksiat, dan bukan untuk Allah SWT. walapun ia erkorban waktu, materi, fikiran, dan tenaga bahkan nyawa sekalipun.  pengorbana itu sia-sia, tak akan bernilai pahala, jika pengorbanannya bukan untuk Allah SWT.

4. karena pacaran perbuatan mendekati zina
Islam sangat memperhatikan bgt tentang hubungan lawan jenis...
 jangankan berzina,mendekatinya saja dilarang. larangan mendekati zina untuk menjaga kemuliaan manusia agar tidak terjerumus pada rayuan syaitan yang menyesatkan.
biar kita ga sampai kebablasan.


Coba aja kalo ga ada batasan dlm hubungan lawan jenis,, pasti ada suatu rasa2 gitu dah terhadap lawn jenis... dari pandangan,, sampai nanti yg lebih bahaya lagi...


Tapi kalo dah jadi suami istri gakpapa... dibolehin...


Kalau di stiker-stiker kamu sering baca: Cinta Allah, Rasul, dan jihad fi sabilillah, itu benar adanya. Urutan itulah yang utama. ALLAH MEMBENARKAN CINTA YANG SIFATNYA SYAHWATI seperti di Q.S. 3:14 (wanita/pria, anak, harta benda, dsb), SEBAB KECINTAAN YANG SIFATNYA SYAHWAT INI ADALAH TABIAT MANUSIA. Nah, KECINTAAN INILAH YANG PERLU DIKENDALIKAN.

Gimana cara mengendalikannya?


JAGALAH HATI
Ingat kisah Fatimah ra, putri Rasulullah saw? Setelah menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra, Fatimah mengaku pernah menyukai seorang laki-laki. Ketika ditanya Ali, siapa laki-laki itu, Fatimah menjawab lelaki itu sebenarnya Ali sendiri (ehem!).

Bisa ditarik kesimpulan, sebenarnya sudah ada bibit cinta pada diri Fatimah terhadap Ali, tapi toh beliau nggak lantas jadi kasmaran dan mengekspresikan cintanya dengan suka-suka gue. Beliau simpan rasa itu, menatanya dengan rapi dan mengekspresikan saat memang sudah halal untuk diekspresikan, yaitu saat telah menikah.

Aduh, jauh banget ya? Nggak juga kok, karena itulah kendalinya. Kalau belum siap menikah? Ya, jangan main api. Lebih baik ‘main air’ saja biar sejuk. Gimana ‘main air’-nya?
1. Jaga pergaulan. Bukan berarti ngggak boleh gaul sama cowok, tapi JAGA PANDANGAN (bukan berarti nunduk terus
2. Kalau menyukai lawan jenis, CUKUP SAMPAI TAHAP SIMPATI. Jaga hati. Kalau nggak tahan, jauhi diri dari orang yang kita sukai. Banyak-banyak puasa.
3. Banyak ikut kegiatan buat mengalihkan diri. Kurangi interaksi yang kurang jelas dengan lawan jenis. Tapi harap ingat, di setiap tempat kita pasti selalu bertemu dengan lawan jenis. Jadi SOLUSI UTAMA MEMANG MENJAGA DIRI.
4. Banyakin teman (yang sejenis lho) dan cobalah untuk terbuka dengan teman itu. Jadi kamu nggak merasa kesepian. Cuma AKAL-AKALAN SI SETAN KOK KALO KAMU MERASA PUNYA TEMAN COWOK LEBIH ENAK DARIPADA TEMEN CEWEK ATAU SEBALIKNYA. Ngibul tuh si setan!
5. Masih nggak kuat dan tetap ingin pacaran? Ya silakan saja. Tapi tanggung resikonya (kamu-kan sudah baligh). Harap diketahui, API NERAKA ITU PANAS, MESKI DI MUSIM HUJAN. DOSA BESAR ITU AWALNYA DARI KUMPULAN DOSA KECIL. Nah lho!
"Barang yang mahal adalah yg selalu terjaga...
Dijaga, dan dipertahankan...
contohnya : Perhiasan/berlian,, dia akan semakin mahal jika bersih, terawat,,
Tapi kalo sudah rusak, dekil and the kumel,, pasti jadi turun harga nya,...


Begitu juga dengan Kita..."


So,,, mau jadi yg mahal apa murah?


Trus kalo Pacaran Untung dan Rugi nya apaan menurut lho?


banyakan rugi apa untung nya?

jagalah rasa cintamu sobat.., sampai ijab kabul tertunaikan...


Dari pada kita ke jeblos dalam penyesalan di akhir,, mending kita menahan sejak sekarang tentang pacaran itu... kita kan masi pelajar... masih mikiran belajar dl..


Repost dari: http://www.berryhs.com/2011/05/mau-pacaran-pikir-pikir-dan-baca-dulu.html dengan penambahan dari buku Tafakur Cinta

1 komentar: