MR: kak Chandri Febri
Keimanan seseorang
terkadang naik, terkadang turun. “Keimanan
itu bisa bertambah dan berkurang. Maka perbaharuilah iman kita dengan Laa
Ilaaha Illallaah” (HR. Ibnu islam)
Ciri-ciri lemahnya iman:
1. Berbuat kejahatan
2. Hati keras membatu (mendengar dan
membaca Al-qur’an tetapi tidak
berpengaruh)
3.
Malas beribadah atau ceroboh saat beribadah, contoh tidak khusyu’ dalam
sholat. Dalam hadist dikatakan: “ tidak
akan diterima do’a dari hati yang lalai dan main-main.” (HR. Tirmidzi )
4. Hati sempit, mudah tersinggung,dan
depresi
“iman adalah kesabaran dan toleransi”
5. Berdzikir tetapi lupa kepada Allah
SWT.
6. Acuh tak acuh
7. Senang ngetop (eksis)
8. Kikir/pelit
9. Senang melihat orang susah
10. Meremehkan hal-hal yang haram
11. Meremehkan kebaikan
12. Memudarnya tali ukhuwah
(persaudaraan)
13. Malas bertanggung jawab demi islam
14. Gelisah dan takut
15. Perang mulut, “tidaklah suatu kaum tersesat setelah mereka hidayah kecuali mereka
suka berdebat”
sebab-sebab lemahnya iman:
1. Jauh dari pelajaran dan teladan yang
baik
2. Jauh dari menuntut ilmu syari’at yang
dapat membangkitkan iman didalam hati penuntutnya
3. Berada ditengah lingkungan yang penuh
kemaksiatan
4.
Cinta dunia “ cukuplah seorang diantara kamu selagi dia didunia hanya seperti bekal
orang yang mengadakan perjalanan” (HR.
Ath – Thabarani)
5.
Panjang angan-angan (QS. 15:3)
6.
Berlebihan dalam memperhatikan dirinya.
Sahabat, bagaimana Cara menjaga
keimanan:
1. Menjaga akidah
-tekad yang kuat dalam
diri kita,
-menjaga pikiran kita (berpola pikir harus dengan
islam)
2. percaya balasan dari Allah itu ada.
Janji Allah itu pasti
3. Tawakal kepada Allah SWT diiringi
dengan ikhtiar
4. Jadilah manusia yang seperti lebah
(selalu memperbaiki diri kita)
Kepada
Allah tingkatkan ibadah kita, kepada manusia selalu berhusnuzdhan, jadilah
seperti 2 tangan yang selalu membantu tapi tidak seperti 2 mata karena mata
tidak bisa disatukan.