Blogger news

SELAMAT DATANG,ENJOY AND PLEASE LEAVE COMENT, *MARI BERBAGI ILMU BERSAMA, SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT, SALAM SEMANGAT "ALLAHUAKBAR" !!*

Kamis, 06 Maret 2014

Bagaimanakah Cinta dan Kasih Sayang Allah??

Setiap orang merindukan cinta dan kasih sayang. Bila cinta datang menyapa, maka akan terbetik rasa memiliki yang sangat mendalam. Pautan dua hati melahirkan rasa rindu dan suka. Bila ia berjumpa maka hatinya akan bahagia, bila keduanya berpisah maka sedih dan duka lara yang akan dirasakannya. Perpisahan adalah pertemuan yang tertunda. Maka hubungan surat biasanya merupakan jalan bertemunya hati.

        Seorang gadis mengunci dirinya di kamar. Ia asyik membaca sesuatu. Diatas pembaringan ia mengamati untaian kata dalam secarik kertas dengan penuh ceria. Sebentar-bentar dari bibirnya tersungging senyuman. Itulah pertama kali dia mendapatkan surat cinta dari kekasihnya yang ada diluar negeri. Betapa senang hatinya, betapa gembira jiwanya. Kerinduan yang lama terpendam kini agak terobati dengan kedatangan surat itu. Berbahagiakah gadis itu? Atau hanya sekedar senang?

        Bila cinta pada seseorang manusia dapat menyenangkan manusia sedemikian rupa seperti gambaran diatas, maka bagaimanakah cinta dan kasih sayang Allah?

        Dapatkah cinta dari lawan jenis memenuhi kebutuhan kita terhadap kasih sayang? Tidak, cinta manusia hanyalah cinta yang sifatnya sementara. Tidak kekal abadi dan akan lenyap ditelan masa. Kebahagiaan gadis itupun bersifat semu... Bayangkan, bila nanti sudah bertemu, ternyata pemuda itu hanya pandai merangkaikan kata-kata diatas kertas. Sifat dan perbuatannya kasar, kelakuannya memuakkan.

        Manusia merindukan cinta abadi dan sejati ...Cinta tulus ikhlas. Apakah cinta yang dirindukan seorang muslim atau muslimah? Cinta yang paling utama adalah cinta Allah Yang Maha Pencipta. Dialah yang memberikan kasih sayangnya kepada orang-orang yang beriman dengan tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balasan apa-apa.

Mungkin timbul pertanyaan : Bagaimanakah Allah menyayangi manusia?
Jawabnya : Pada dasarnya, Allah Yang Pengasih Lagi Maha Penyayang mencintai seluruh manusia tanpa pandang bulu. Kasih Allah kepada manusia terrealisir dengan diberikan-Nya berbagai nikmat yang tiada terkira banyaknya. Phisik kita adalah nikmat Allah, makanan dan minuman kita adalah nikmat Allah, kesehatan kita adalah nikmat. Allah bahkan setiap tarikan nafas dan detak jantung kita adalah nikmat Allah pula.

        Ditempatkannya kita dibumi dengan berbagai fasilitas juga nikmat. Segala potensi alam dan kekayaannya diperuntukkan Allah bagi manusia. Kemudian Allah menjadikan akal dan kecerdasan sebagai nikmat. Dengan akal manusia diberi ilham oleh Allah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka produksi dari pengembangan teknilogi membuat manusia hidup semakin nikmat. Pendeknya, nikmat atau tanda kasih sayang Allah sangat banyak, tidak terhingga! (14:34)

        Itulah nikmat Allah yang disebarkan-Nya secara merata kepada manusia, tanpa apakah dia muslim atau kafir. Sayangnya, banyak manusia lalai berterima kasih dan menggunakan nikmat itu untuk hal-hal yang dikehendaki Allah. Padahal semua pemberian Allah ini bersifat sementara karena akan berakhir bila mereka mengalami kematian.

        Dalam nikmat yang banyak itu, ada satu nikmat yang utama. Nikmat inilah yang akan mengantarkan kita pada nikmat yang abadi dan kekal. Itulah hidayah atau bimbingan Allah. Berbeda dengan nikmat lain yang diberikan kepada semua orang, nikmat hidayah ini hanya diberikan kepada orang-orang yang dipilih-Nya. Lantas siapakah orang-orang yang dipilih Allah untuk memperoleh nikmat hidayah? 
     
      Selain dari para nabi dan rasul, diantara ummat manusia pun ada yang memperoleh nikmat hidayah sebagai karunia Allah. Mereka adalah pengikut para rasul, utusan Allah. Saat sekarang, Al Quranul Kariim merupakan nilmat hidayah yang tiada taranya. Inilah mukjizat abadi yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW agar beliau senantiasa dapat memimpin ummatnya. Ummat Islam yang memperoleh hidayah ini adalah mereka yang dalam hidupnya selalu menghiasi dirinya dengan sifat-sifat:
1.   Ikhlas, yaitu hidup bertauhid, tidak mensyarikatkan Allah baik dalam hati, lidah maupun perbuatan. Orang yang ikhlas adalah mereka yang senantiasa mencari ridha Allah saja dalam setiap langkah hidupnya. Al Quran merupakan "rumus-rumus menuju keridhaan Allah" atau "rambu-rambu jalan menuju syurga ". (5:16)
2.   Mengimani dan mencintai Allah dengan sebenar-benarnya. Iman yang didasari cinta kapada Allah tidak akan bertepuk sebelah tangan. Allah akan membuat dia dekat dengan diri-Nya. Jalannya tentu sdaja dengan memberikan hidayah dalam hatinya. (2:165 / 64:11).
3.   Berjihad, yaitu mengamalkan semua kehendak Allah. Atau bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Allah itu. (29:69).
4.   Shabar, yaitu tidak pernah putus asa, mengeluh atau berhenti karena ada suatu halangan. Terus dengan mewujudkan upaya mencari ridha Allah setiap langkah kehidupan. Duka cita yang menimpa tidak akan melemahkan, kesenangan yang diperoleh tidak membuat lupa daratan, itulah sabar menghadapi berbagai situasi. (2:157)
        Dari itu, mana mungkin orang yang tujuan hidupnya bersenang-senang, bergelimang dalam dosa atau enggan mentaati Allah akan mendapat hidayah Al Quran. Bimbingan Allah tidak datang begitu saja tanpa usaha kita. Mereka yang tidak mendapat hidayah itu disebabkan kerena kelalaiannya sendiri!


        Cobalah renungkan, berapa banyaknya manusia yang enggan meraih kasih sayang Allah ini. Kedua matanya tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah, kedua telinganya tidak dipakai untuk mendengarkan ayat-ayat Allah, mereka mempunyai hati dan akal, tetapi malas berpikir! Mereka tidak berupaya menghidupkan iman dalam jiwanya. Mereka asyik bergumul dengan cinta antara sesama manusia yang rendah dan melalaikan.

        Maka petunjuk Allah pun enggan mampir dihatinya. Padahal, tanpa bimbingan dan hidayah Allah, manusia menjadi sesat. Ia tidak menemukan jalan menuju ridha-Nya. Hidupnya akan ngelantur, bertentangan dengan fitrah kemanusiaan dan fitrah dirinya sendiri. Ia pun akan menjadi orang yang dibenci oleh alam semesta dan Pencipta dirinya. Alangkah hina hidup tanpa petunjuk! Sekali lagi Allah hanya akan memberikan hidayah-Nya kepada yang bermotivasi ikhlas, mencari keridhaan Allah, bersabar dan berusaha sungguh-sungguh kearah itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar