Haiii sobat
bloger, bagaimana kabarnya? Sudah lama tak menyapa, gue hadir kembali nih, kali
ini gue akan berbagi sedikit cerita, yang mungkin bias jadi pelajaran buat
teman-teman. Sebenarnya cerita ini sudah lama, baru sempat posting.
maaf kalau garing yaaa… gue nggk pinter nulis, nggk pinter
cerita, baru beajar nih, ingin berbagi cerita aja. Siapa tau bisa menginspirasi
yang lain…
SELAMAT MEMBACA….
Liburan semester telah usai. Itu tandanya aku harus segera
kembali ke tanah rantau, untuk menyelelasiakan studiku. Agustus 2014 (lupa tanggalnya) aku berangkat dari jambi ke
Bandung. Ya Bandung, tempat aku mencari ilmu. Sepanjang perjalanan banyak sekali
kejadian-kejadian yang menyebalkan… kejadian itu dimulai dari bandara Sultan
Taha-Jambi. Pesawatnya pending. Seharusnya berangkat jam 12.05 tapi ternyata
jam 13 (lupa menitnya) hamper jam 2 kalau nnggak salah baru berangkat menuju
bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Huuufft, menyebalkan. Sampai di Soekarno
hatta jam 15. Lalu aku segera mencari banrang-barang bawaanku, dan setelah itu
mencari travel untuk menuju ke Bandung. Udah dapat tu travel. Tapi gue harus nunggu
lagi sampi akhirnya jam 17.15 , berangkat menuju bandung. Kenapa nggk langsung
ke bandung? Karena nggak ada pesawat dari jambi yang langsung ke bandung. Jadi transit
ke Tangerang dulu, baru naik travel ke Bandung. Hmmmm… menunggu itu hal yang
sangat menyebalkan. Mana laper lagi, belum sempat makan, dan selama perjalan
itu gue menahan rasa lapar… rasanya lemes banget, kayak mau pingsan, sakit
perut. Kasihan banget hidup gue… Namun dibalik hal-hal yang menyebalkan itu ada
hal yang membuatku takjub. Didalam mobil travel itu aku bareng sama ibu dari
makasar dan ibu-ibu dari…mana ya?? Lupa gue, pokoknya luar jawa, tapi orang
perantauan, bahasannya jawa bingiits. Ternyata arek Suroboyo… mereka ada tugas
ke Bandung. Dari pembicaraan mereka yang aku dengar, Kayaknya mereka anggota
dewan. penumpang lainnya juga ada, sepertinya mahasiswa juga kayak gue. Ibu Makasar
itulah yang membuatku takjub. Dibalik hal-hal yang menyebalkan itu aku
dipertemukan dengan ibu yang baik hati. Gini
ceritanya….
Jam 19 atau jam 20
(lupa), akhirnya kita istirahat di rest
area KM 57. Disitulah gue mengakhiri masa kelaparan gue. Uyeeee, akhirnya makan
juga. Aku langsung menuju ke RM. SEDERHANA, bersama penumpang lainnya. Ibu-ibu
yang orang Surabaya makan berdua, dan aku makan berdua sama ibu dari Makasar. Setelah makanan disajikan oleh pelayan restoran.
Kami pun langsung meyantapnya. Kami berbincang-bincang.
Ibu itu bertanya, “ ada tugas ke Bandung ya?”
haaaa, setua itu kah wajah gue. Huhuhu, ngpp deh, wajah
dewasa, hehe
“nggk bu saya masih kuliyah,” jawabku.
“nggk bu saya masih kuliyah,” jawabku.
“Ibu mau kemana?”, Tanya ku
Lupa tujuannya kemana, tapi yang jelas sedang ada tugas dari
kantor.
“Kuliah dimana?”, Tanya ibu itu lagi
“Di UPI bu, Universitas Pendidikan Indonesia.” Jawabku
“Oh.. jurusan apa?”, Tanya ibu
“Bahasa Jerman bu.” Jawabku
“Waah hebat. Mau ke Jerman ya?.” kata ibu
“Hehee, iya bu aamiiin,” sahutku
Entah apa isimewanya bahasa jerman, pasti kalau bilang
jurusan bahasa jerman pasti pada heran. Pada bilang wow, keren, hebat, dll. Emang
keren kali ya Bahasa Jerman itu… hehee
Tak lama kemudian selesailah kami makan malam. Alhamdulillah akhirnya kenyang juga. Disiniah hal
yang membuatku salut. Aku memanggil pelayan restaurannya.
“notanya dipisah aja.” Kataku kepada pelayan restauran
“Oh iya”. Jawabnya.
Tapi ibu dari makasar itu langsung berkata,“ nggk apa,biar
ibu yang bayar.”
“Eh nggk usah bu,” kataku
“Udah nggkpapa”, kata ibu baik hati
yasudah, akhirnya ibu baik hati yang bayar makannya. Aku berniat
untuk menggantinya. Tapi ibu itu menolak.
MasyaaAllah baik bangeet sih bu, kita kan belum kenal,
gumamku. Ku ucapkan terimakasis pada ibu baik hati itu.
Inilah orang Indonesia,,,,ini lah keloyalan, keramahan orang
Indonesia, kepada orang yang baru dikenal saja bisa langsung akrab, modal
bercakap-cakap saja langsung dapat sepirng nasi gratis… #eh. Ya begitulah orang
Indonesia, care banget… pantas diberi salut…
saaaaaalut..salut.. saluuuuuut ……salut…
saaaaaalut..salut.. saluuuuuut ……salut…
Setelah makan kami ke indomaret. Katanaya ibu itu mau ke
indomaret. aku Cuma beli minum aja. Stelah itu kami kembali kemobil. Dan melanjutkan
perjalan.
Sayang sekali, bodohnya diriku tak menanyakan siapa nama
ibunya, dan tidak meminta nomer HP nya, padahal kan bias jadi chanel kalu
sewaktu waktu ke Makasr, bias jadi tumpangan,, hehe, #lah kok gitu. Ngkk lah,
biar nambah saudara aja….
Tapi terimakasih banyak bu, atas kebaikan ibu…
semoga kita bisa bertemu kembali…
jadi intinya ngobrol biar dapat makan gratis,,, # eh salah ya…
intinya harus sabar, dalam keadaan yang sangat menyebalkan ,
karena ada hikamah dibalik sebuah peristiwa.
itulah sepenggal episode perjalananku menuju tanah rantau…
sekian dan terimakasih



Tidak ada komentar:
Posting Komentar