Blogger news

SELAMAT DATANG,ENJOY AND PLEASE LEAVE COMENT, *MARI BERBAGI ILMU BERSAMA, SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT, SALAM SEMANGAT "ALLAHUAKBAR" !!*

Selasa, 22 Maret 2016

NYALASAR (Nyantri Latihan Dasar)

Nyalasar Hari Ke-1 dan Ke-2 (26/27 Januari 2014)

Kumpul di bawah menara Al-Furqon, jam berapa ya? Lupa. Di hari pertama kami masih sibuk mempersiapkan peralatan yang akan dibawa. Kata panitia silahkan, tapi ba’da ashar harus sudah siap semua. Pembukaan berlangsung ba’da ashar. Setelah itu kami digiring ke masjid baiturrahiim di Gerlong tengah untuk MABIT. Disana kami dibekali ilmu lagi oleh SSG, tentang kesehatan kalau nggak salah. Lalu materi tentang kematagiraan. Ada pertanyaan dari salah satu dari kami, tami jawabannya malah disuruh nyari sendiri. Hadeeuh. Lalu kubilang, masak orang nanya malah disuruh nyari jawaban sih kalau udah tau nggak akan nanya. Pada tertawa semua.. hahaha. Setelah itu kami istirahat sejenak, pada pukul 02.00 dini hari (kalau nggak salah) kami dibangunkan untuk melanjutkan kegiatan. Setelah sholat tahajud, kami diberi pengarahan untuk kegiatan selanjutnya. Kami harus jadi tour guide panitia menuju sukawana (boleh tanya-tanya ke orang yang dijumpai). Kami pun berangkat longmarch dari gerlong ke sukawana. Kebayang kan jauhnya…
Nggak usah ditanya lagi gimana rasanya.. adzan subuh kami istirahat di sebuah masjid. Setelah itu melanjutkan perjalanan kembali. Ditengah perjalan kami sesekali istirahat, sambil cek detak jantung. Pukul 07.00 kami sampai di jalan apa lupa namanya, tapi kalau lewat selalu inget..kami istirahat disana sambil saran. Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan. Akhirnya kami memasuki kawasan sukawana, kami beristirahat disuatu tempat, dibawah pepohonan, disana kami diajarin cara membuat kompor trangia. Setelah selesai dan dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan.

“kalian lihat itu, itu tujuan kita”, kata mas’ul MG
…………………………………………………………………………………….....................................................

Akhirnya kami sampai ditempat tujuan. Disana sudah ada para panitia lain yang menunggu. Banyak hal yang kita lakuin disana. Kami ngecamp semalam. Keilmuan yang diterapkan adalah pemetaan.

Hari Ke-3 (28 Juni 2014)


Hal-hal yang tak bisa dilupakan itu, makan nasi belum mateng sempurna, ketika malam hari hujan aku harus tidur dengan memegangi ponco yang kita buat menjadi tenda agar tidak bocor. Yang lainnya mah tidur nyenyak. Ketika panitia mengunjungi kami dan bertanya apakah kami sudah tidur? Kehujanan atau tidak? Aku hanya diam, pura-pura tidak mendengar. Karena kalau menjawab nanti di suruh buat ulang tendanya. Jadi memilih diam. Terus di pagi hari kita disuruh saling menggosok gigi ke mulut teman pakai tangan kita, jadi mutar. Terus kita disuruh masak cacing sondari. Idiiih geleuh. gue itu paling nggk suka cacing, takut sih enggak tapi kalau kata orang jawa nggilani. Jadi yang banyak mengolah itu temen-temen. Kami menumisnya dengan terasi. Katanya cacing sondari itu halal dan tinggi proteinnya. Dan masakan kami di bungkus oleh panitia.

Setelah membereskan peralatan kami melanjutkan perjalanan. Disinilah “penyiksaan” yang lebih ekstrim dimulai. Jalan jongkok menaiki tanjakan, tiarap di darat dan di becekan. Dan ditengah perjalanan ada implementasi PP membuat tandu. Lalu makan siang ternyata makanannya cacing yang sudah kita olah, dicampur nasi, roti, terus apalagi lupa, pokoknya bener-bener nasi campur.  Disuapin satu-satu.

……………………………………………………………………………………………………................................
Malam hari Kami ngecamp  di Leweung Poek. Disini kami mulai solo biouvak Menurut gue di leweung poek inilah yang paling nyaman untuk tidur. Karena pada malam hari nggak hujan. malam hari disuruh push-up, guling guling, jalan jongkok mengelilingi pohon besar, sambil dibentak-bentak. Dan ditempat itu pula kami diajarkan lagu hymne nyalasar karya mas’ul MG.
Lagunya perlu ditulis biar terkenang selalu. Judulnya daku kini. Cekidot..
  

Daku kini, tiada berarti
Hidup didalam gemblengan
Siang malam, dirundung malang
Badan terasa disiksa

Habis gelap terbitlah terang
Kuat kan iman selalu
Tabahkanlah lapangkan dada
Jauh dari putus asa

Segitu aja sih yang diajarkan ke kita. Tapi kayaknya masih ada lanjutannya di nyalasar 4, lupa lanjutannya gimana. Hehe

Sebenarnya kami juga disuruh buat yel-yel sih, tapi lupa yel-yelnya gimana,  dan akhirnya yel-yel ikhwan dijadikan lagu kebangsaan AM3.. yuuk di simak, nadanya nada lagu ninja hatori. Pada tau kn?

Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman ikut nyalasar
Teng…. (sambil gaya ya, angkat jari telunjuk)

Oh ustadz dan ustadzah ngajak jalan-jalan ke gunung
Oh Subhanallah.. alam ini sungguh sangat indah, sangat indah
Oh indahnya, sungguh indah sekali…





                                    bivak ikhwan                              olahraga malam

Hari Ke-4  (29 Januari 2015)
Di pagi hari kami mengimplementasikan materi botani. Disuruh belanja mencari tumbuhan dan hewan yang bisa dikonsumsi. Setelah itu lomba masak,  kami unggul di sayur, ikhwan unggul di minuman. Dihari ke-empat ini kami melakukan perjalan ke kawah ratu.  Ada yang bertugas jadi leader, sweaping, dan notulis. Kami disuruh membuat jejak. Kami sampai di lokasi kurang lebih jam setengah 2. Kira-kira perjalanannya 2 jam-an. Sayangnya kawahnya sedang berkabut, jadi tak terlihat. 
Sore hari Menuju ke tempat selanjutnya dengan solo moving. Jalan sendiri menuju tempat selanjutnya. Kami harus mengikuti petunjuk jalan dari tali rafia yang di ikat pada tumbuhan. Ini yang paling seru. Harus buru-buru, sebelum maghrib harus sampai.  Agak ngeri juga sih, takut nyasar. tapi disana itu udah rame, banyak yang sedang main motor treal. Jadi aku fikir nggak akan nyasar, kalaupun nyasar pasti ada orang yang lewat. Akhirnya berhasil juga. Dan yang paling menyenangkan itu ketika yang lain nyebur kolam alami (becekan) aku tidak melewatinya, aku memilih jalan pintas. Sebenarnya aku nggk tau kalau itu jalan pintas, ketika melihat genangan air itu disampingnya ada jalan setapak. Aku coba lewat jalan itu, tembus juga, tapi ini benar nggk ya? Aku coba membuktikan ternyata benar. Yeeaay, aku terbebas dari genangan air itu. Hehe

Ngecamp di jaya giri. Malam hari kami membuat makan malam bersama. Setelah makan malam kami kembali ke biouvac masing-masing, tapi pada lupa letak biouvac masing-masing. Hahaha akhirnya kami mencari dulu, biouvacku yang belum ditemukan  akhirnya dibantu nyari sama  ustadzah yang sedang keliling. Tanpa saya sadari ternyata syal saya terjatuh. Ketika sadar aku langsung mencarinya dibantu oleh teman-temanku. Tetapi syalnya tidak ditemukan… huhuhuhu. Panik. Aku teringat aan punya syal yang belum terpakai, lalu aku mencoba mensiasati dengan syal itu, membuat duplikatnya.. hahaha bodor lah..

Hari ke-5 (30 januari 2015)
Masih di jaya giri tapi  ditempat yang berbeda. Hari ke-5 hari yang membahagiakan karena seharusnya ini hari terakhir. Pagi hari kami ditanya udah tercapai belum target amalan yaumiyahnya? Dzikir 1000 per hari/ tilawah 5 juz/ 5hr. karena belum mencapai target, kami disuruh guling-guling bolak balik… terus disuruh berendem nerusin tilawahnya.. bbrrrrr dingiiin.. ada sebuah insiden  lupa tepatnya kapan, pokonya ada insiden yang terjadi. Ustadzah aul memeriksa syal duplikat saya, ketahuan kalau itu palsu. Ternyata syal saya sudah ditemukan oleh panitia. Di tempat berendem saya diomelin.. memperebutkan syal duplikat itu. Pokoknya debat dulu lah, tapi akhirnya syal asli kembali. Sebelumnya insiden hilang pernah terjadi pada temanku juga, dan hendak dipulangkan juga, tp akhirnya dikembaliin..nggk sampai buat duplikat sih.. hahaha ini bodor banget lah…

Di hari “terakhir” kami diajari cara membuat kalong sare (seperti ayunan gitu) dari sarung dan tali. Tapi aku nggk bawa sarung, jadi dipinjemin sama ustadz Fredi. Istirahatlah kami dengan sare kalong tersebut. Ceritanya tidur siang gitu. Cukup lama waktunya, tapi nggk bisa tidur. Setelah itu dijari membuat biouvac alam. Di sini ada ustadz dan ustadzah yang datang membawa peradaban (makanan maksudnya) hehe, ada ustadz Ence, dan Ustadz Heri, ustadz Dera, juga Ustadzah Ria. Mereka ngajak cerita gitu, gimana perasaanya? Widiiih pakai ditanya gitu.
Saya kira diklatnya nggk ada komdis galak bukan komdis unyu (ala PAB jurusan) ternyata lebih parah euy…

 Daaaaan.. tau nggk sih.. di balik makanan peradaban itu  ternyata eh ternyata ini bukan hari terakhir, ditambah sehari lagi.. hiks hiks
Menjelang malam barang bawaan kami diperiksa dan dikumpulin. Kata panitia masih banyak tuh persediaan, masih bisa kalau ngecamp sehari lagi.  Lucunya kan seharusnya di suruh bawa sarung untuk pengganti sleepingback, tapi aku malah bawa seprei.. hahahaa
Kata panitia mau nyelimutin tanah ya? Tanahnya kedinginan ya hahaha… padahal kan enak buat alas tidur.. tapi disuruh baa sarung itu ternyata untuk sare kalong juga. Akhirnya sarungnya dipinjamin bang ipul Lalu sisa-sisa peralatan itu dibagi rata.  Kami disuruh membuat biouvac yang jaraknya 20 langkah dari biouvac lainnya. Tugas tambahannya disuruh buat surat renungan  gitu. Kesulitannya ada pada penerangan. Koreknya dibagi-bagi tapi kore lidi, lilin satu ewang. Jadilah aku nulis dengan penerangan alami. Nggk begitu jelas sih.. jadi di kira-kira aja hasilnya acak-acakan ..
Kami dikumpulkan, kami dibohongi nyalasar gagal, nggk bisa dapat syal, ada yang nggk ikut long march, ada yang bikin syal duplikat… tes mental gitulah.. ditanya keberatan nggk nambah hari.. aku sih sebenarnya udah ingin pulang aja, nggk da alas syar’I untuk menolak.tapi yang lain katanya sudah ada agenda, ada yang jadi panitia jum’atan…parebut bendera MG, kami berfikir, sia-sia aja pengorbanan kalau dibubarkan gitu aja. Akhirnya malam itu kami mendatangi ustadz dan ustadzah satu persatu untuk meminta maaf atas kesalahan kami. Yeeeayyy, Alhamdulillah di maafkan…

Hari ke-6 (31 januari 2015)
Bener-bener hari terakhir… uyeeeeeee, senangnya…
Tapi masih ada penyiksaan, melewati kolam alam dengan tetap pakai cariel, seperti evakuasi banjir gitu. Dan saat itulah kami di beri nama rimba, kami disuruh menyebutkan sifat kami ketika nyalasar. Ku bilang mungkin saya terlihat dingin banget ya, jadi kayak dongkol gitu, padahal sama sekali dongkol, kesel sih iya tapi nggk sampai dongkol.  Dan akhirnya  aku mendapat nama “SEKADONG” teriak keras-keras

“SANTRI 05 MAKARTI IKA WIDI ASTUTI, NAMA RIMBA SEKADONG”

Nggk tau persis sih kepanjangannya, yg jelas dong-nya itu dongkol.

Nobalem ( teh novi), kamendor (aan) teledor orangnya, sirgi (kang cahyana), tungir (bang ipul) suka nyengir., dan Khogun (kang akbar) khotib gunung. Selama perjalan kami juga harus sudah menyiapkan nama angkatan.

Lalu kami melanjutkan perjalanan, memasuki pemukiman warga, yel-yel tak lagi kami suarakan. Banyak warga yang mau membantu memberi kami tumpangan, tapi nggk disetujui panitia. Gue udah capek banget padahal,  badan udah sakit semua.
Dilembang ada tanjakan cinta, weeewww panjang banget, dengan di gandeng ustadzah aul akhirnya berhasil melewati tanjakan tersebut.
Sampai dipasar lembar istirahat, ternyata kami disewakan angkot, alhamdulilla, tapi nggk sampai UPI. Berhenti di cipaku. Lalu melanjutkan perjalanan ke UPI. Setengah perjalanan, tulisan yang kami buat diminta sama panitia. Niatkan jama’ takhir ya… manghrb ke isya kata panitia
………………………………………………………………………………………………………….........................
Sampailah di parkiran Al-furqon… Alhamdullillah…
Cerita-cerita dulu, ditanya nama angkatan, akhwat nggk punya ide, tapi ada usul dari ikhwan akhirnya memutuskan nama angkatan kita yaitu “SALIAT KULIT SONDARI”. Karena nyalasar kita itu pengorbanan dan perjuangannya cetar menggelegar, tapi kita tetep kuat, selihat kulit sondari yang perah kita olah…

Tibalah pengukuhan.. pengukuhan AM 3 ini romantic banget… kayak candle light dinner, tapi bareng-bareng nggk berdua aja.. ada lilin-lin gitu.. makanannya super banget, ada rambutan, pisang, sushi, ayam.. wuiiih penyambutannya luar biasa bangeet… hanya di AM 3 ini..
Setelah itu ada sms masuk dari para anggota MATAGIRA, ucapan selamat bergabung di MTAGIRA  gitu…
Alhamdulillah senengnya.. akhirnya berhasil jadi anggota resmi juga.
*sayangnya nggk punya fotonya

Begitulah kisah nyalasar 3… kereeen binggo kn.. meskipun angkatan percobaan, nyalasar terlama tapi kualitas dari AM 3 tak diragukan kn? Hehehe
Dan  itulah yang membuat aku tak bisa meninggalkan ataupun melupakan MATAGIRA. Kisah yang selalu terkenang…
SEMUA KARENA CINTA…
SALAM CINTA DALAM DEKAPAN UKHUWAH…J

Inilah para panitia super


NB: ust. epul mas'ul  periode 2013-2015, periode sekarang 2015/2016 mas'ulnya ust. cahyana 
meskipun abah dan ustadzah aul itu super tega saat nyalasar tapi sebenarnya baik binngo ko.. tuntutan skenario aja itu mah hehehe.. eh kayaknya ustad risman juga  hadir. tapi kok nggk ada fotonya ya....yasudahlah





3 komentar:

  1. hemmmm, sebenernya cerita ini menyedihkan. tapi karena teh ika yang nulisnya jadi agak lucu. hehe

    salut lah, masih inget. padahal udah 2 tahun lebih yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaah kok sedih sih... Apa yang membuat ceritanya sedih...bacanya dari yang semua karna cinta...
      Kalau masalah tulis menulis mah masih belajar, hehe
      Iya nih udah 2 tahun lebih, itu juga hasil dari sambil mengingat ingat.. Haha

      Hapus
    2. Iya ih, sedihh. Klo bahasa jermannya mah karunya teuing, wkwk

      Udah baca kok yg semua karena cinta, bertahan untuk bahagia, ...

      Hapus